susuk itu kaku
lemah, tak berdaya
bukan pada jasad
tapi ruhnya
tidak cukup makan
tiada zat
apatah vitamin buat tambahan
bahkan mendap banyak kotoran
lantas yang di nama qalbi itu
mula menghitam dan makin kelam
beberapa kali kakinya tersadung
dan kepalanya berpinar
dek jatuhnya tepat sasaran
sakit!!! perit!!!
rasa tak ingin melangkah lagi
untuk bangun pun siksa
cukup duduk dalam sakit
lalu tubuh itu di sapa
mengingatkannya akan Tuhan
yang sering berlaku itu
teguran
dan dia hanya menyampaikan
kerna katanya, tiap kita dai’e
yang namanya manusia
khalifah di muka bumi
dia mengingatkan kembali
katanya, seburuk apa pun engkau
tidak tertutup untuk berbuat kebaikan
dipandang susuk tubuh itu
tenang wajahnya
lancar tuturnya
baik akhlaknya
terus dikata, kau memang layak
kau soleh
hati bersih
tidak hairan fikir kau jernih
aku???
semuanya keliru
bicaraku kosong
lantas biarkan aku
dia tertunduk syahdu
bibirnya menyusun kata
mula dia bicara
saudara yang aku kasihi
tafsiran kau kerna jahilnya kita
tampak kau hanya pada mata
sedang pujian itu bagi Dia
antara kau dan aku
aku lebih ke jurang neraka
kerna aku yang bicara
sedang amalku entah di mana
saudaraku
tulus, inginku kita saling bertaut
andai aku jatuh, kau sambut
terus saling berpimpin
menghayun langkah
bukan hanya di dunia
bahkan tika kita di sana
sesungguhnya, saudara
engkau bukan sendirian
ingat sesama
yang engkau lalui
dan aku lalui
siapapun jua
adalah atas kemampuan
bukan beban yang tak tertanggung
bahkan demi cinta agong
sang hamba dan Pencipta nya
sepi membelai jiwa
manik jernih menyapa
ada kekuatan dalam dirinya
dia juga berjurai air mata
kesakitannya kian reda
tangannya disambut mesra
dipapah
melangkah bersama
tangis mereka tanda gembira
semuanya kerna yang Maha Esa
03:00am at Ruang Tamu Rumah
03 March '14/02 JAw '35
No comments:
Post a Comment